Posted by taqin
at 07:44 PM on April 25, 2009
|
Sebagai intelektual yang berdisiplin tinggi, Imam Bukharidikenal sebagai pengarang kitab yang produktif. Karya-karyanya tidakhanya dalam disiplin ilmu hadits, tapi juga ilmu-ilmu lain, sepertitafsir, fikih, dan tarikh.Fatwa-fatwanya selalu menjadi pegangan ummatsehingga ia menduduki derajat sebagai mujtahid mustaqil (ulamayang ijtihadnya independen), tidak terikat pada mazhab tertentu,sehingga mempunyai otoritas tersendiri dalam berpendapat dalam halhukum .
Pendapat-pendapatnya bisa sejalan dengan Imam Abu Hanifah (Imam Hanafi)(pendiri mazhab hanafi), tetapi terkadang bisa berbeda dengan mereka.Sebagai pemikir bebas yang menguasai ribuan hadits shahi, suatu saat disejalan dengan Ibnu Abbas, Atha ataupun Mujahid.
Diantara puluhan kitabnya, yang paling masyhur ialah kumpulan hadits shahih yang berjudul Al-Jami'ash-Shahih, yang belakangan lebih populer dengan sebutan Shahih Bukhari.Ada kisah unik tentang penyusunan kitab ini. Suatu malam imam Bukharibermimpi bertemu dengan Rasulullah Nabi Muhammad SAW, seolah-olah NabiMuhammad SAW berdiri dihadapannya.
Imam Bukhari lalu menanyakan makna mimpi itu kepada ahlimimpi.Jawabannya adalah beliau (Imam Bukhari) akan menghancurkan danmengikis habis kebohongan yang disertakan orang dalam sejumlah haditsRasulullah SAW. Mimpi inilah, antara lain yang mendorong saya untukmenulis kitab "Al-Jami `ash Shahih", tuturnya.
Dalam menyusun kitab tersebut, Imam Bukhari sangat berhati-hati.Menurut Al-Firbari, salah seorang muridnya, ia mendengar Imam Bukhariberkata. "Saya susun kitab Al-Jami `ash Shahih ini di Masjidil Haram, Mekkah dan saya tidak mencantumkan sebuah hadits pun kecuali sesudah [[shalatistikharah]] dua rakaat memohon pertolongan kepada Allah, dan sesudahmeyakini betul bahwa hadits itu benar-benar shahih". Di MasjidilHaram-lah ia menyusun dasar pemikiran dan bab-babnya secara sistematis.
Setelah itu ia menulis mukaddimah dan pokok pokok bahasannya di Rawdah Al-Jannah, sebuah tempat antara makam Rasulullah dan mimbar di Masjid Nabawi di Madinah.Barulah setelah itu ia mengumpulkan sejumlah hadis dan menempatkannyadalam bab-bab yang sesuai. Proses penyusunan kitab ini dilakukan di duakota suci tersebut dengan cermat dan tekun selama 16 tahun. Iamenggunakan kaidah penelitian secara ilmiah dan cukum modern sehinggahadits haditsnya dapat dipertanggungjawabkan.
Dengan bersungguh-sungguh ia meneliti dan menyelidiki kredibilitaspara perawi sehingga benar-benar memperoleh kepastian aka kesahihanhadits yang diriwayatkan. Ia juga selalu membandingkan hadits satudengan yang lainnya, memilih dan menyaring, mana yang menurutpertimbangannya secara nalar paling sahih. Dengan demikian, kitabhadits susunan Imam Bukhari benar-benar menjadi batu uji dan poenyaringbagi sejumlah hadits. "Saya tidak memuat sebuah hadits pun dalam kitabini kecuali hadits-hadits shahih", katanya suatu saat.
Di belakang hari, para ulama hadits menyatakan, dalam menyusun kitab Al-Jami `ash-ShahihImam Bukhari selalu berpegang teguh pada tingkat kesahihan palingtinggi dan tidak akan turun dari tingkat tersebut, kecuali terhadapbeberapa hadits yang bukan merupakan materi pokok dari sebuah bab.
Menurut Al' Allamah Ibnu Shalah,dalam kitab Muqaddimah, kitab Shahih Bukhari itu memuat 7275 haditsselain itu ada hadits-hadits yang dimuat berulang, ada 4000 hadits yangdimuat utuh tanpa pengulangan. Penghitungan itu juga dilakukan olehSyekh Muhyiddin An Nawawi dala kitab At-Taqrib.Dalam pada itu Ibnu Hajar Al-Atsqalani dalam kata pendahuluan untuk kitab Fathul Bari, yakni syarah atau penjelasan atas kitab Shahih Bukhari,menulis, semua hadits shahih uang dimuat dalam Shahih Bukhari (minushadits yang dimuat berulang) sebanyak 2.602 buah. Sedangkan hadis yang mu'allaq (ada kaitan satu dengan yang lain, bersambung) namun marfu(diragukan) ada 159 buah. Adapun jumlah semua hadis shahih termasukyang dimuat berulang sebanyak 7397 buah. Perhitungan berbeda diantarapara ahli hadits dalam mengomentari kitab Shahih Bukhari semata-mata karena perbedaan pandangan mereka dalam ilmu hadits.
Categories: None